Day V : Nostalgia through MINT Museum of Toys
Pagi itu merupakan hari kelima dan sekaligus adalah hari terakhir kami di Singapura. Masih banyak tempat yang ingin kami jelajahi, tetapi dengan waktu yang terbatas sepertinya kami harus merencanakan trip session yang kedua :)
Kami sudah siap berkemas, menunggu penerbangan kembali ke Jakarta. Dan sisa beberapa jam di Singapura tersebut kami manfaatkan untuk mengunjungi museum mainan. Tempat yang memang masuk ke dalam itinerary kami sejak awal dan kali ini kami bisa dengan cepat tanpa tersesat mencapai lokasi museum tersebut (setelah beberapa hari sebelumnya tersesat on the way kesana dan ternyata museum sedang ditutup untuk umum).
MINT Museum of Toys, sebuah museum yang terletak di Seah Street. Tak jauh dari stasiun MRT City Hall, hanya cukup berjalan kaki selama beberapa menit melewati mall 'Suntec City' dan Raffles Hotel. Tampak depan, museum ini memang kurang menonjol karena terletak diantara gedung tinggi semacam ruko. Apalagi dengan adanya cafe di depan museum, orang akan cenderung mengira bahwa tempat itu hanya merupakan sebuah tempat hang-out untuk menikmati kopi atau wine.
Tiket masuk MINT Museum of Toys menurutku cukup mahal (kalau di kurs kan ke rupiah saat itu harganya mencapai 105.000 IDR), tetapi dengan koleksi mainan dan dekorasi bangunan yang sangat menarik, it's worth it. Dan untungnya, kami mempunyai voucher 30% Off dari brosur yang kami dapat di Changi airport. Lumayan .... :)
Oleh sang penjaga museum, kami diarahkan untuk menuju lift dan menikmati koleksi museum dari lantai lima. Museum ini memang hanya terdiri dari lima lantai yang berukuran cukup kecil, dan setiap lantai mempunyai tema yang berbeda. Bagian bawah atau basement terdapat sebuah restaurant dan pada lantai pertama, selain pintu masuk dan meja pembelian tiket, terdapat MINT Shop, dimana kita bisa membeli beragam merchandize dan juga koleksi mainan vintage bagi para kolektor.
'MINT' merupakan singkatan dari "Moment of Imagination and Nostalgia". Museum ini adalah museum terbesar di Asia yang mempunyai koleksi mainan vintage yang berasal lebih dari 40 negara termasuk diantaranya Jerman, Jepang, UK, USA, dan Cina. Kita bisa menemukan beragam mainan karakter Tin Tin, Betty Boop, Batman, Astroboy, Mickey Mouse, Flash Gordon, The Beatles, Ultraman, Star Wars, dan banyak lagi. Menurut sang guide, hanya di museum inilah kita dapat menemukan mainan langka yang bernilai jual tinggi dan banyak diantaranya merupakan satu-satunya yang ada di dunia. Mainan yang paling mahal saat itu adalah sebuah mainan karakter kuno Mickey Mouse yang berharga USD 35.000 (lebih dari 310 juta rupiah). Wow!!!
Mainan-mainan tersebut di jaga dengan sangat hati-hati. Salah satunya adalah adanya larangan bagi para pengunjung untuk mengambil foto dengan menggunakan flash. Konon, flash dapat merusak warna asli dari mainan-mainan tersebut dan akan mengurangi harga jualnya. So, please mind your camera when you're here.
Tak terasa, lebih dari dua jam kami menjelajahi museum tanpa sedikit pun bosan mengamati koleksi mainan satu persatu. Kami pun harus segera bergegas meninggalkan museum dan mengejar penerbangan kembali ke Jakarta.
It's been a nice trip and surely we want to have a second trip to Singapore. Hope we can do that soon. Amieeen.
Prev Destination : 'Songs of the Sea'

